Cara Membuat Jurnal Trading di Excel (dan Kapan Excel Mulai Merepotkan)
Sepuluh kolom sudah cukup, dua rumusnya sering dihitung keliru, dan tiga hal membuat jurnalnya berhenti diisi.
Jurnal trading di Excel itu titik awal yang benar. Gratis, seluruhnya kamu yang pegang, dan tidak ada yang perlu didaftarkan. Halaman ini soal cara membuatnya supaya betul-betul terpakai — dan soal titik di mana Excel biasanya mulai ditinggalkan.
Kolom yang wajib ada
Jurnal gagal bukan karena kolomnya kurang, melainkan karena kolomnya terlalu banyak. Sepuluh ini sudah cukup untuk menjawab hampir semua pertanyaan yang nanti kamu ajukan ke diri sendiri:
- Tanggal & jam entry — jam penting; banyak orang baru sadar rugi terbesarnya menumpuk di jam tertentu.
- Pair / simbol
- Arah — buy atau sell.
- Lot
- Harga entry
- Stop loss — diisi sebelum posisi jalan, bukan sesudah.
- Take profit
- Harga exit
- P/L bersih — sesudah swap dan komisi, bukan angka kotor.
- Alasan entry — satu kalimat. Ini kolom yang paling sering dikosongkan, dan paling berguna ketika dibaca ulang sebulan kemudian.
Rumus yang sering salah
Dua angka ini yang paling sering dihitung keliru, dan keduanya menyesatkan ke arah yang sama: membuat hasilmu terlihat lebih baik dari kenyataan.
Winrate. Kalau kolom P/L ada di I, winrate-nya =COUNTIF(I:I,">0")/COUNT(I:I). Yang sering terjadi: pembaginya dipakai COUNTA, dan baris kosong ikut terhitung sebagai transaksi.
Profit factor. Total untung dibagi total rugi: =SUMIF(I:I,">0")/ABS(SUMIF(I:I,"<0")). Angka ini lebih jujur daripada winrate. Winrate 80% dengan profit factor 0,7 berarti kamu sering menang kecil dan sesekali kalah besar — dan akunnya tetap habis.
Kalau akunmu akun cent, seluruh angka P/L harus dibagi 100 sebelum masuk jurnal. Kalau tidak, riwayatmu terbaca seratus kali lebih untung daripada kenyataan.
Tiga hal yang membuat jurnal Excel berhenti diisi
- Pengisiannya manual. Sesudah trade ke-30, mengetik ulang sepuluh kolom terasa seperti pekerjaan. Yang pertama dilewati biasanya trade yang rugi — dan itu justru yang paling perlu dicatat.
- Diisi dari ingatan. Dicatat malam hari, dari yang teringat. Ingatan memihak diri sendiri: yang menang diingat lengkap, yang kalah diingat samar.
- Tidak pernah dibaca ulang. Berkas terisi rapi selama tiga bulan, lalu tidak pernah dibuka lagi. Jurnal yang tidak dibaca sama saja dengan jurnal yang tidak ada.
Kapan Excel sudah tidak cukup
Selama kamu masih rutin mengisinya, Excel tidak perlu diganti. Penggantinya baru masuk akal kalau yang berhenti adalah pengisiannya, bukan tradingnya.
Bedanya cuma satu: dari mana datanya datang. Di Excel kamu yang mengetik; kalau terminalmu yang mengirim sendiri tiap transaksi tertutup, kolom angkanya tidak pernah bolong dan tidak pernah dibulatkan oleh ingatan. Yang tersisa buatmu cuma kolom alasan entry — satu kalimat yang memang cuma kamu yang tahu.

