Cara Membuat API Key Binance yang Aman untuk Screener dan Chart
API key yang bocor tidak membuat saldomu ikut hilang — asalkan satu centang tidak pernah kamu aktifkan.
API key Binance memberi izin penuh atas akun bursamu. Ia dibuat sekali, ditempel sekali, lalu dilupakan — dan justru karena dilupakan itulah ia berbahaya.
Halaman ini menjelaskan cara membuatnya sehingga kalaupun bocor, kerugiannya tetap terbatas.
Satu centang yang menentukan segalanya
Saat membuat API key di Binance, jangan centang Withdraw. Kalaupun key-nya bocor, penerimanya tidak bisa menarik saldomu ke mana pun. Ini bukan saran kehati-hatian umum — ini beda antara kehilangan kendali order dan kehilangan uangnya.
Kenapa perlu VPS sendiri
Binance diblokir sebagian ISP Indonesia. Permintaan dari peramban di jaringan itu tidak pernah sampai, dan gejalanya membingungkan: chart kosong, screener tidak mengisi, tanpa pesan galat yang jelas.
Karena itu permintaannya dilewatkan proxy di server di luar jaringan tersebut. Konsekuensinya sekaligus keuntungannya: API key-nya tinggal di berkas .env di VPS milikmu sendiri, dan tidak pernah dikirim ke peramban, ke situs ini, atau ke mana pun.
App Token bukan API key
Dua hal ini sering tertukar, padahal fungsinya berlawanan arah:
- API key Binance — kunci antara VPS-mu dan Binance. Hanya ada di VPS. Tidak pernah keluar dari sana.
- App Token — kata sandi 64 karakter antara peramban dan VPS-mu. Ia yang membuktikan bahwa yang memerintah adalah kamu.
Siapa pun yang memegang App Token bisa membuka dan menutup posisi di akunmu. Perlakukan seperti kata sandi, bukan seperti alamat.
Yang tidak pernah kami simpan
- API key dan secret Binance
- Nomor kartu
- Kata sandi MT5 dan kata sandi investor
Yang disimpan: email, status langganan, dan riwayat transaksi yang dikirim EA.
Kalau data pasar tetap tidak masuk
Ganti DNS kadang menolong sementara, tetapi yang andal tetap proxy VPS yang diatur di halaman Integrations. Tutorial lengkapnya — dari membuat API key sampai pm2 startup, dengan perintah siap salin — ada di sana.

